.png)
Jika Anda penasaran ingin mencoba sistem operasi Linux, namun tetap ingin mempertahankan Windows, maka dual boot adalah solusi terbaik. Dengan metode ini, Anda bisa memilih antara Windows atau Ubuntu setiap kali menyalakan komputer. Panduan ini akan memandu Anda langkah demi langkah dalam menginstal Ubuntu Linux berdampingan dengan Windows 10 secara aman dan efisien, tanpa kehilangan data penting.
1.
Unduh Perangkat & Persiapan Awal
Sebelum memulai proses instalasi,
Anda memerlukan dua file penting:
- Ubuntu ISO
Unduh dari situs resmi: https://ubuntu.com/download - Rufus
(untuk membuat USB bootable)
Unduh dari: https://rufus.ie
Tips: Gunakan Ubuntu versi LTS (Long-Term Support)
untuk kestabilan terbaik.
2.
Buat USB Bootable Ubuntu
Langkah ini akan menyiapkan
flashdisk Anda agar bisa digunakan untuk menginstal Ubuntu.
- Colokkan flashdisk minimal 8GB.
- Buka Rufus → pilih flashdisk Anda.
- Klik tombol "SELECT" dan cari file ISO
Ubuntu.
- Pilih Partition Scheme:
- GPT
untuk sistem UEFI.
- MBR
untuk sistem BIOS Legacy.
- Untuk mengeceknya, buka Disk Management → klik
kanan Disk 0 → Properties → tab Volumes → lihat
bagian "Partition style".
- Klik Start → tunggu proses selesai.
Semua data di flashdisk akan terhapus, pastikan sudah
backup.
3.
Siapkan Partisi untuk Ubuntu
Ubuntu membutuhkan ruang kosong di
hard disk/SSD Anda.
- Buka Disk Management di Windows.
- Pilih drive dengan cukup ruang (misalnya Drive D).
- Klik kanan → Shrink Volume → masukkan ukuran
minimal 50000MB (50GB).
- Setelah selesai, akan muncul Unallocated Space.
Jangan format atau buat partisi dari Windows —
biarkan unallocated, nanti akan diatur oleh Ubuntu installer.
4.
Atur BIOS dan Boot Priority
Agar komputer bisa boot dari
flashdisk, Anda perlu mengatur urutan boot.
- Restart komputer dan tekan tombol BIOS (biasanya F2,
DEL, atau F12 tergantung merek).
- Masuk ke tab Boot.
- Atur USB Flashdisk sebagai boot pertama (First Boot
Device).
- Simpan perubahan (biasanya dengan F10) dan
restart.
5.
Mulai Instalasi Ubuntu
Setelah boot ke flashdisk:
- Pilih opsi "Install Ubuntu".
- Pilih bahasa, tata letak keyboard, dan sambungkan ke
Wi-Fi (jika ada).
- Ubuntu akan mendeteksi Windows otomatis.
- Jika ya, pilih opsi “Install Ubuntu alongside
Windows Boot Manager”.
- Jika tidak, lanjut ke langkah manual di bawah.
Install alongside
adalah cara termudah untuk pemula — Ubuntu akan mengatur partisi secara
otomatis.
6.
(Opsional) Partisi Manual Ubuntu
Jika Anda ingin lebih banyak
kontrol, pilih “Something else” saat diminta memilih metode instalasi.
Buat 3 partisi utama:
- Swap
(virtual memory):
Ukuran ideal: RAM × 2 (contoh: RAM 8GB → Swap 16GB). - Root (/):
Tempat sistem Ubuntu. Gunakan sekitar 20–25GB. - Home (/home):
Untuk file pengguna. Gunakan seluruh sisa ruang.
Bootloader biasanya dibiarkan default (pada disk
tempat root berada). Anda juga bisa arahkan ke partisi /.
7.
Selesaikan Instalasi dan Dual Boot Siap!
- Klik Install Now dan konfirmasi semua perubahan
partisi.
- Biarkan proses berjalan (biasanya 10–20 menit
tergantung kecepatan disk).
- Setelah selesai, klik Restart Now.
Saat komputer menyala kembali, Anda
akan melihat GRUB Bootloader, yang memungkinkan Anda memilih antara Ubuntu
atau Windows saat startup.
Selamat! Kini Anda memiliki sistem dual boot yang
fleksibel dan siap digunakan.
Penutup
Dengan mengikuti panduan ini, Anda berhasil menginstal Ubuntu berdampingan dengan Windows 10 secara aman. Ini memberi Anda fleksibilitas untuk mencoba Linux sambil tetap mempertahankan kenyamanan Windows. Jangan ragu menjelajahi Ubuntu — Anda akan menemukan banyak fitur powerful dan ramah pengguna.
No comments
Post a Comment